Senin, 09 Februari 2009

MASA KECIL


Ida berjalan menyusuri jalan setapak menuju laut pantura, gadis kecil itu memakai baju seragam sekolah putih hijau, nya menggendong adik laki-lakinya yang masih bayi dibalut selimut tipis.

Terik matahari sungguh menyengat kulitnya, ibunya, dan adiknya. Air laut sangat berkilau dan tampak keemasan tersengat terik matahari.

Dari atas tanggul laut Ida dan Ibunya berdiri memandang kapal nelayan yang bersandar di tengah-tengah laut, Ibunya Menunjuk ke kapal itu dan berkata " itu Bapakmu nak?"dan Ida mengganggukkan . Dengan hati yang terluka Ibunyaberkata " susullah bapakmu nak dan ajaklah pulang ke rumah", kamu tidak akan mati tenggelam karena pasti banyak orang yang menolongmu.

Dengan langkah gemetar Ida memberanikan diri melangkah dan berjalan menyusuri air laut yang tingginya mencapai , sebentar-sebentar Ida menengok ke belakang dia melihat Ibunya masih berdiri menggendong adiknyayang seolah memberi isyarat kalau Ida harus menyusuri laut sampai ke kapal Bapaknya.
Betapa terkejutnya Ida ketika sampai di kapal Bapaknya, kulihat banyak perempuan yang mengelilingi bapaknya, air mata Ida tak bisa dia tahan dan mengangis tersedu-sedu, seorang laki-laki yang sedang berenang mendengar isak tangisnya dan berkata "Nak kenapa kamu bisa sampai ke tengah laut ini". Tanpa dia sadari bapaknya mendengar suara itu, dan spontan melompat dari kapal lalu digendongnya Ida menuju ke pinggir laut.

Ibunya melihat Ida dari kejauhan, dan akhirnya ketika sampai ke Ibunya, Pertengkaran kedua orang tua itu tak dapat dihindarkan , masih dalam gendongan bapaknya, mereka semua akhirnya pulang ke rumah meskipun dengan hati yang terluka, entah apa yang terjadi jika mereka semua sudah sampai di rumah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar